Minum Gratis di Taman Bungkul, Rusun Juga Akan Diberi
By Faizal | January 16th, 2010 | Category: Tips |
Tatkala kehausan di jalan, warga yang melintasi Jl Raya Darmo Surabaya bisa berhenti sejenak untuk meneguk air minum gratis sepuas-puasnya di Taman Bungkul.
Keran air siap minum (KASM) yang merupakan hasil kerja sama Pemkot Surabaya dengan PT Siskem Indonesia itu telah diresmikan penggunaannya, Selasa (11/8).
Direktur Umum PDAM Kota Surabaya M Selim mengatakan, warga tinggal menekan tombol keran dan mengangakan mulut, maka air langsung mengalir ke tenggorokan.
Tapi, bisa juga air dari keran ini ditampung dulu dalam gelas atau botol yang dibawa sendiri sebelum diminum. Namun, sebelum itu, pastikan tombol lampu keran menyala, pertanda filter ultraviolet bekerja. Setelah itu, buang dulu air keran itu sedikit sebelum diminum.
Selim memastikan kualitas air KASM ini higienis, bersih dari bakteri, virus, maupun partikulat dan bahan kimia berbahaya. Sebab, proses penyulingan melalui teknologi karbon aktif padat dan lampu ultraviolet yang dilengkapi microfilter cartridge 5 micron penyaring partikulat.
Secara ringkas, cara kerja alat ini bisa dijelaskan demikian. Air dari instalasi pengolahan air minum (IPAM) Ngagel langsung dialirkan ke jaringan pipa distribusi dan meteran air hingga akhirnya sampai pada drinking machine berteknologi smart chip ini.
Dalam mesin ini, air disaring melalui catridge 5 micron . Ini untuk membuang partikulat berbahaya. Setelah itu, air dialirkan ke granular karbon aktif filter, untuk menyaring kontaminan organik dan menghilangkan bau.
Sebelum siap diminum, air lebih dulu disaring dengan sinar ultraviolet dan carbon block untuk mematikan bakteri dan virus. “Ini untuk memastikan deterjen dan mineral yang merugikan tubuh tidak masuk ke keran air siap minum,” terang Selim.
Cartridge dan sistem ultraviolet harus diganti setiap kali alat ini menyaring 5.000 liter air. “Dengan teknologi ini, air bisa langsung dikonsumsi tanpa harus dimasak dulu,” ujar Selim.
Untuk memastikan air keran itu layak konsumsi, PDAM juga sudah meminta sertifikat laik higiene sanitasi dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Kadinkes Surabaya Esty Martiana Rachmi dalam sertifikat itu menyatakan bahwa air KASM itu laik minum selama enam bulan. Pemeriksaan terhadap alat ini juga wajib dilakukan untuk bakteri selama sebulan sekali dan untuk kimiawinya enam bulan sekali.
“Kalau dalam pemeriksaan laboratorium secara mikrobiologi ternyata kualitas air tidak memenuhi syarat tiga kali berturut-turut, maka sertifikat laik higiene sanitasi KASM ini akan kami cabut dan tidak berlaku lagi,” ujar Esty.
Wali Kota Surabaya Bambang DH mengaku salut dengan program ini. “Kalau tidak salah keran air siap minum ini baru ada di Jakarta, yakni di Bandara Cengkareng. Ini berarti kita tidak kalah dengan Jakarta. Bahkan, kita satu-satunya yang meletakkan fasilitas itu di taman,” tuturnya.
Bambang meminta program ini tidak hanya berhenti di Taman Bungkul, melainkan ada di semua taman kota di seluruh pelosok Surabaya. “Lima bulan lagi ada peresmian Taman Mundu. Saya berharap saat taman itu diresmikan sudah ada KASM di sana,” katanya.
Bambang juga meminta KASM ini diberikan di rumah susun (rusun). Alasannya, fasilitas ini untuk mengurangi biaya hidup warga rusun. “Saya minta Dirut PDAM menghitung. Kalau satu blok terdiri dari empat lantai biayanya berapa. Tadi, saya hitung-hitung kelihatannya tidak terlalu mahal,” kata Bambang.
Bambang berharap KASM di rusun ini sudah bisa direalisasikan pada 2010. Untuk pembiayaannya akan diambilkan dari dana APBD 2010 dari Pos Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota. “Masyarakat juga harus memahami, jangan sampai ketika kita menaikkan kualitas air, pemakaian justru boros. Jadi, tolong hemat air,” papar Bambang